MUSIM PENGHUJAN TIBA, DINKES LOMBOK TENGAH INGATKAN ANCAMAN DBD, DIARE HINGGA LEPTOSPIROSIS

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 3 November 2026 – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman penyakit yang berpotensi meningkat selama musim hujan.

Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, serta penyakit lain yang berkaitan dengan buruknya sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan genangan air, banjir, kelembapan lingkungan, hingga terganggunya kualitas air bersih. Kondisi tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya berbagai sumber penyakit apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, SpPD, menegaskan bahwa pencegahan penyakit selama musim penghujan membutuhkan keterlibatan pemerintah dan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh menunggu sampai terjadi peningkatan kasus penyakit atau munculnya wabah baru untuk mulai melakukan langkah pencegahan.

"Jangan menunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit atau terjadi peningkatan kasus penyakit. Justru pada saat musim penghujan seperti sekarang, langkah pencegahan harus kita lakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga masing-masing," ujarnya. Selasa (3/11/26)

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk kembali mengaktifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain ancaman DBD, masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas air bersih dan sanitasi. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan yang matang, serta menghindari air dan makanan yang terkontaminasi banjir menjadi langkah penting untuk mencegah diare dan penyakit berbasis lingkungan.

Ancaman leptospirosis juga perlu mendapat perhatian. Penyakit yang ditularkan melalui bakteri dalam urine tikus tersebut dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit atau selaput lendir yang terpapar air maupun tanah tercemar.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di kawasan banjir diimbau menggunakan alas kaki dan alat pelindung yang sesuai serta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam setelah kontak dengan air banjir.

Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, menjaga ventilasi rumah, dan menerapkan etika batuk serta bersin untuk mengurangi risiko ISPA.

Puskesmas Diminta Tingkatkan Pengawasan

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah telah mengimbau seluruh Puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan perkembangan penyakit di wilayah kerja masing-masing.

Penguatan surveilans penyakit potensial wabah, edukasi kesehatan, serta deteksi dini terhadap peningkatan kasus menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB).

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala penyakit, seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah berulang, diare berat, dehidrasi, sesak napas, maupun perdarahan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Penggunaan obat-obatan, khususnya antibiotik, juga harus sesuai indikasi dan resep tenaga medis.

"Prinsipnya, kita ingin masyarakat tetap sehat dan produktif meskipun memasuki musim penghujan. Kewaspadaan, kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit maupun kejadian luar biasa (KLB)," tambahnya.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam mengantisipasi ancaman penyakit musim hujan. Kesadaran menjaga kebersihan rumah, saluran drainase, tempat penampungan air, serta lingkungan sekitar harus menjadi gerakan bersama.

Musim penghujan bukan sekadar persoalan genangan dan banjir, tetapi juga menyangkut kesiapan masyarakat dalam melindungi kesehatan keluarga.

Mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobati.

Laporan: (MKR24)