ACEH BARAT – Pemerintah Gampong Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, tengah gencar melakukan pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat melalui layanan perubahan Desil DTSEN (Data Terpadu Satuan Ekonomi Nasional). Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata atas instruksi Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, untuk mensinkronkan data pemerintah dengan kondisi riil di lapangan.
Keuchik Gampong Kuala Bhee, Kausar Yusmida, A.Md.Kep, mengungkapkan adanya ketimpangan data yang cukup signifikan ditemukan selama proses pelayanan berlangsung.
Dalam keterangannya, Kausar menyayangkan banyaknya warga yang secara ekonomi masuk kategori fakir dan miskin di data gampong, namun justru tercatat pada Desil 8 (kategori mampu) dalam sistem pusat.
"Sangat disayangkan, banyak masyarakat kita yang secara nyata fakir dan miskin, tapi berada pada Desil 8. Melalui instruksi Bapak Bupati Tarmizi, SP.MM, kami berupaya agar Desil masyarakat benar-benar sesuai dengan data riil yang dimiliki Pemerintah Gampong," tegas Kausar Yusmida.
Selain masyarakat umum, Kausar Yusmida juga memberikan penekanan khusus kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Gampong Kuala Bhee. Ia menghimbau agar ASN yang masih tercatat di Desil 1-5 segera melakukan perubahan data.
"Kami ingatkan kepada ASN, jika desilnya masih di angka 1-5, mohon segera melapor untuk perubahan. Sesuai aturan, ASN seharusnya berada di Desil 7-10 karena biaya pengobatan mereka sudah ditanggung oleh pemerintah melalui insentif masing-masing pegawai," tambahnya.
Pemerintah Gampong telah menetapkan lini masa pengerjaan agar proses ini berjalan efektif:
* 5 – 12 Mei: Masa penginputan perubahan data Desil di Posko DTSEN Gampong.
* 13 Mei: Pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) untuk pemutakhiran data akhir.
Kausar Yusmida mengingatkan warga agar antusias dan tidak menyia-nyiakan waktu yang singkat ini. Kelalaian dalam mengecek data dapat berdampak fatal, terutama saat warga membutuhkan layanan kesehatan.
"Jika data tidak diperbaiki sekarang, masyarakat sendiri yang akan rugi. Saat berobat nanti, bisa-bisa harus menggunakan jalur mandiri atau berbayar karena datanya tidak sinkron. Maka kami minta kesadaran penuh dari warga untuk datang ke Posko DTSEN yang telah kami sediakan," imbau Keuchik.
Menutup keterangannya, Pemerintah Gampong Kuala Bhee berharap proses penginputan ini berjalan lancar tanpa ada warga yang tertinggal.
"Harapan kami, kategori fakir dan miskin harus berada di Desil 1-5 agar hak-hak mereka terlindungi. Semoga tidak ada yang dirugikan di kemudian hari akibat ketidaksesuaian data. Mari kita sukseskan pemutakhiran data ini demi keadilan sosial bagi seluruh warga Kuala Bhee," pungkasnya.
(Muhammad Fawazul Alwi)
