Taman Desa Mujur Diduga Mangkrak, Anggaran Ratusan Juta Dipertanyakan; Warga Minta Audit dan Transparansi

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 25 Juli 2026 – Ambisi besar menjadikan Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, sebagai salah satu destinasi wisata desa kini justru menuai sorotan. Proyek pembangunan Taman Desa yang berlokasi di Dusun Santong, yang sempat digadang-gadang sebagai ikon wisata baru, kini diduga mangkrak dan terbengkalai. Kondisi tersebut memicu pertanyaan serius dari masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran desa.

Di lokasi yang disebut telah menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah itu, suasana yang terlihat saat ini jauh dari harapan. Kawasan taman tampak dipenuhi semak belukar, minim aktivitas, dan belum memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat. Ironisnya, di sebagian lokasi justru telah berdiri bangunan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga memunculkan tanda tanya besar mengenai arah dan perubahan pemanfaatan kawasan tersebut.

"Kalau memang taman itu belum selesai, mengapa sudah ada bangunan lain di lokasi tersebut? Bagaimana nasib anggaran yang sudah dikeluarkan? Siapa yang bertanggung jawab?" ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut warga, sejak awal pembangunan, berbagai masukan dari masyarakat dinilai kurang mendapat perhatian. Akibatnya, proyek yang semula diharapkan menjadi kebanggaan desa kini justru menjadi bahan perbincangan dan kritik di tengah masyarakat.

Pada Jumat, 24 Juli 2026, mahasiswa KKP UIN Mataram bersama mahasiswa KKN Universitas Mataram melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon penghijauan di lokasi taman. Kegiatan tersebut dibantu oleh sebagian perangkat desa dan Babinsa. Namun, aksi penghijauan itu sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan yang direncanakan sebagai destinasi wisata tersebut masih dalam kondisi tidak terawat.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran, untuk melakukan penelusuran terhadap proyek tersebut. Warga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran pembangunan taman.

Selain itu, publik juga mempertanyakan beberapa hal penting:

1. Berapa total anggaran yang telah dialokasikan dan direalisasikan untuk pembangunan Taman Desa Mujur?

2. Dari sumber anggaran apa proyek tersebut dibiayai?

3. Mengapa pembangunan terhenti dan hingga kini belum dimanfaatkan masyarakat?

4. Apa dasar pemerintah desa membangun Koperasi Desa Merah Putih di area yang sebelumnya direncanakan sebagai kawasan wisata?

5. Apakah telah dilakukan perubahan perencanaan dan mendapat persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku?

Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Mujur terkait kondisi proyek tersebut. Warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut penggunaan uang negara, karena setiap rupiah yang bersumber dari anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Bagi masyarakat Desa Mujur, persoalan ini bukan sekadar taman yang terbengkalai, melainkan menyangkut komitmen pemerintah desa dalam mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharapkan segera turun tangan melakukan evaluasi agar polemik ini tidak semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan desa.

(Tim Loteng)