Pengelolaan Sampah Merosot, Pengamat Desak Gaji Petugas Kebersihan Abdya Sesuai UMP Aceh dan Reward Tambahan

Barsela24news.com

Abdya, Aceh - Mengamati kondisi terkini paska Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan beberapa waktu belakangan ini cenderung terjadi kemunduran pengelolaan sampah antar Bupati, dimana jika pada Bupati Defenitif 1 dan Bupati Defenitif 2 di hari lebaran di upayakan terutama sampah di ruas jalan utama agar bersih namun saat lebaran kemarin masih terlihat sampah yang bertaburan di jalan.

"Kita mengamati di hari raya Islam sebagai hari kemenangan hari kembali ke fitrah atau kembali suci namun di Kota Blangpidie masih terlihat sampah berserakan," ucap Pengamat Kebijan Publik, Muhammad Mairiska Putra kepada Media.

Selain itu di beberapa tempat pariwisata Abdya juga kondisi sampah tidak terkelola secara baik sehingga menimbulkan persepsi buruk terutama bagi pengunjung yang datang dari luar kota.

"Beberapa tempat wisata juga demikian, masih banyak sampah berserakan sehingga menimbulkan citra negatif, padahal Bupati dengan visi "Arah Baru Abdya Maju" seyogyanya bisa betul-betul membenah tata kelola sampah menjadi berkemajuan namun faktanya justru sangat jauh dari harapan," lanjut Putra.

Menyikapi hal tersebut Putra menyampaikan desakan kepada pemerintah agar semangat kerja petugas kebersihan baik pemerintah harus serius mensejahterakan petugas kebersihan.

"Agar semangat pekerja kebersihan bagus maka Bupati harus mempertimbangkan gaji Petugas Kebersihan setara UMP (Upah Minimum Provinsi) senilai Rp3.932.552 per bulan dan tambahan reward lain terutama ketika bekerja di hari besar Islam seperti Malam Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha," desak Putra.

Selain soalan peningkatan gaji petugas kebersihan beliau juga memberi atensi lebih perdoalan pengelolaan sampah agar pekerja kebersihan perlu di perbanyak sebagai bentuk keseriusan perihal realisasi Visi "Arah Baru Abdya Maju".

"Profesi petugas kebersihan atau sampah hingga hari ini cenderung di anggap remeh, padahal merekalah salah satu pondasi untuk mewujudkan visi Bupati, jadi perlu ada keseriusan dalam mewujudkan janji tersebut," lanjutnya.

Dalam pengelolaan sampah itu juga, saran terhadap pengelolaan sampah lainnya ialah adanya pengadaan bak sampah besar di seluruh mukim di Abdya, lokasi penempatan tersebut bisa dekat-dekat dengan aliran sungai, juga di sekitaran lokasi wisata agar masyarakat yang cenderung belum terlalu sadar terhadap bahaya buang sampah di sungai bisa beralih buang sampah di bak sampah besar milik pemerintah begitu juga di tempat wisata.

"Perlu ada sistem berjenjang terhadap pengelolaan sampah, dimana pihak Gampong fokus terhadap sampah dari rumah-rumah warga, sementara Pemerintah Abdya fokus kepada tempat-tempat yang sering disalahgunakan masyarakat untuk membuang sampah, karena bisa jadi masyarakat sebenarnya sadar bahaya buang sampah sembarangan namun ketika mau buang sampah akses ke TPA sangat jauh, oleh karena itu pemerintah perlu mendekatkan TPA dengan Bak Sampah Besar dan selanjutnya armada pemerintah yang membuang sampah tersebut ke TPA," jelasnya.

Sebagai contoh sebutnya tidak perlu studi banding jauh-jauh cukup tiru tata kelola sampah di Bak Sampah Pemerintah di Gampong Rukoh, Banda Aceh.

"Untuk mempelajari tata kelola sampah yang bagus seperti ini cukup tiru saja bagaimana Bak Sampah di Gampong Rukoh disana selain penampungan sampah bagus juga pekerja sampah sangat humanis, sangat ramah terhadap masyarakat yang membuang sampah, saat kita buang sampah disana belum sampah kita ke bak sampah justru petugas kebersihan yang menghampiri dan membantu membawakan sampah yang ingin kita buang," tutup Putra. (Red)